3 penulisan arah utara, jarak, dan waktu : arah utara digambarkan sesuai dengan arah utara dalam kompas. jarak berdasarkan ukuran yang ada dengan skala yang sudah ditentukan. untuk waktu bisa dilihat dengan jam sesuai saat berangkat dan tiba di tiap belokan hasil pembuatan peta pita: untuk pembuatan peta pita, setiap pergantian arah perjalanan
Update Terakhir 5 Desember 2022 oleh Estimasi waktu baca 5 menit Setidaknya terdapat lima macam atau jenis peta dalam Pramuka Penggalang yang perlu kita ketahui, yaitu peta pita, perjalanan, lokasi, lapangan dan panorama. Dan berikut materi tentang peta pita dan perjalanan lengkap dengan tata cara menggambar simbol, tujuan dan manfaat peta. Berdasarkan definisinya peta adalah gambaran permukaan bumi yang tertampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Secara umum manfaat dan tujuan membuat berbagai macam peta seperti peta pita dan perjalanan adalah sebagai petunjuk jalan Dalam Pramuka peta yang harus kita kenali terdiri dari lima macam, yakni sebagai berikut Pita Peta pita adalah peta yang menggambarkan keadaan perjalanan yang telah terlakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Penamaannya sebagai peta pita berdasarkan kertas yang akan menjadi media untuk tempat menggambar lalu tergulung seperti peta mesin. Perjalanan Secara tampilan peta ini dengan pita hampir sama, tetapi peta ini terbuat dalam bentuk yang lain. Lapangan Bentuk peta yang menggambarkan keadaan atau kondisi suatu lapangan dan daerah sekitarnya dalam skala yang lebih kecil. Lokasi Menunjukkan letak suatu daerah / medan / bangunan dan lain-lainnya. Peta lokasi harus terbuat sedemikian rupa dengan arah yang tertetapkan menggunakan tanda panah menuju utara. Panorama Suatu peta yang menggambarkan keadaan daerah dengan range atau sudut pandang tertentu. Setiap berbagai macam dalam peta Pramuka memiliki aturan atau tata cara tersendiri untuk menggambarkannya dalam sebuah kertas. Dan hal yang harus terperhatikan dalam penggambaran peta adalah simbol-simbol pada setiap jenis peta seperti pita dan perjalanan harus jelas. Baca Juga Materi Sandi Pramuka Penggalang dan Contohnya Cara Memberikan Pertolongan Orang Tenggelam yang Benar Membuat Peta Pita dan Perjalanan PramukaCara Membuat Peta PitaCara Membuat Peta Perjalanan Umumnya materi membuat peta pita dan perjalanan selalu ada dalam Pramuka tingkat Penggalang. Karena materi pembuatan peta menjadi kegiatan Penggalang yang mengasikkan. Tujuan pembuatan peta pita adalah sebagai media untuk mengenalkan dan mengamati keadaan perjalanan yang sudah terlalui. Agar menjadi sebuah dokumentasi dalam bentuk peta yang memiliki manfaat untuk orang lain sebagai sumber informasi suatu wilayah. Pada pembuatannya ada beberapa hal penting yang harus terperhatikan agar informasi dalam peta dapat tersampaikan dengan baik dan benar. Adapun beberapa hal penting dalam materi pembuatan peta pita dan perjalanan Pramuka adalah sebagai berikut Penentuan Skala Agar dapat menggambarkan medan perjalanan dari awal hingga akhir secara lengkap pada kertas maka pembuatan skala harus terperhatikan. Skala yang menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan sebenarnya harus ditetapkan dengan pertimbangan yang tepat. Untuk itu taksirlah jarak yang sudah tertempuh dari awal hingga akhir perjalanan. Contoh skala 1 memiliki arti bahwa setiap 1 cm pada peta mewakili cm di lapangan. Pembuatan Keterangan Bagian yang tidak kalah penting pada pembuatan peta adalah keterangan atau simbol-simbol yang tergambarkan. Simbol-simbol yang tergambarkan dalam peta pita dan perjalanan adalah sebuah benda-benda permanen atau sifatnya tetap. Contoh beberapa simbol tetap yang harus tergambarkan dalam peta pita dan perjalanan Pramuka adalah sebagai berikut Masjid Gunung Sawah Rumah sakit Danau Rawa Gereja Penulisan Arah Utara, Jarak dan Waktu Penunjuk arah, jarak dan waktu tertuliskan berdasarkan rute perjalanan dari keberangkatan hingga akhir. Arah pada peta menggunakan arah utara kompas, sedangkan jarak adalah ukuran yang ada dengan skala yang telah ditentukan. Dan waktu pada peta berdasarkan dari titik awal keberangkatan hingga akhir menggunakan jam. Contoh Simbol Dalam Peta Pita Baca Juga Materi P3K Pramuka Penggalang dan Penegak Jenis Jenis Ikatan Dalam Materi Tali Temali Pramuka Cara Membuat Peta Pita Setelah memperhatikan beberapa hal penting dalam pembuatan peta pita Pramuka yang telah tersebutkan. Selanjutnya bagilah kertas menjadi tujuh kolom dengan rincian sebagai berikut Nomor Waktu perjalanan Jarak yang tertempuh Jarak yang tertempuh dalam satuan meter Arah perjalanan jurusan 3 tiga angka / kompas Gambar peta pita kiri dan kanan jalan / rute Keterangan Laporan peta pita umumnya selalu tertuliskan dari bawah ke atas. Dan setiap perbelokan atau perpindahan arah buatlah garis batas sebagai tanda. Serta jangan lupa pada halaman pertama peta tuliskan beberapa informasi penting sebagai berikut Penerima laporan peta pita Penulis laporan Keterangan / data laporan pembuatan tanggal, cuaca, dan tempat Baca Juga Materi Pionering Pramuka Pengertian dan Contohnya Materi Survival Pramuka Singkat [Lengkap] Cara Membuat Peta Perjalanan Pembuatan peta ini pun hampir sama dengan seperti peta pita yang memperhatikan penggambaran simbol-simbol benda tetap dan penggunaan skala. Contoh peta perjalanan Cara membuat peta perjalanan dalam Pramuka adalah sebagai berikut Mulailah menggambar peta pada bagian tengah kertas, karena rute perjalanan kembali / berakhir di pangkalan bertolak Tandailah tempat permulaan dengan huruf A, kemudian tempat ke B, dan seterusnya Hitunglah menafsir jarak yang tertempuh dan rubahlah kedalam bentuk skala Cantumkan tanda-tanda atau simbol dalam medan perjalanan Arah utara selalu berada di atas Nah demikianlah beberapa materi pembuatan peta pita dan perjalanan dalam Pramuka dan semoga artikel ini memiliki manfaat untuk adek-adek. Baca Juga Materi Survival Pramuka Singkat [Lengkap] Cara Menaksir Tinggi Pohon Pramuka Sumber Jateng Pintar
PetaPita Peta Panorama : Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu. Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini adalah : 1. Pensil Teknik 2B

Pete Perjalanan Pramuka Peta perjalanan adalah salah satu jenis peta yang sering digunakan sebagai prtunjuk perjalanan dalam kegiatan kepramukaan. Kegunaan peta perjalanan sama dengan kegunaan peta pita yang saya posting sebelumnya, begitupula dengan cara penulisan laporan perjalanannya juga tidak jauh berbeda dengan penulisan laporan perjalanan pada peta pita, perbedaannya mungkin hanya terletak pada bentuk petanya saja. Contoh Cara pengerjaan 1. Jarak pada peta perjalanan diskalakan. Contoh Setiap 100 meter di atas tanah menjadi 10 cm di kertas. Jadi 10cm 100 m 10 cm cm 1 2. Titik sasaran harus ditetapkan sebelum bergerak. 3. Mulailah membuat peta perjalanan di tengah kertas, dan tandailah tempat permulaan dengan huruf A. kemudian ke tempat kedua B, dan seterusnya. 4. Hitung taksir jarak yang ditempuh dan ubahlah ke dalam skala. 5. Cantumkan tanda-tanda peta topografi. 6. Arah utara selalu di atas. Peralatan yang dibutuhkan 1. Kertas warna putih kalau bisa kertas karton, biar tidak mudah robek. 2. Pensil dan spidol kecil warna hitam. 3. Penggaris biasa. 4. Pengaris busur derajat. 5. Kompas bidik. 6. Papan kerja bisa dibawa apabila memungkinkan. Selamat belajar. . . . . !!!

Petapita adalah laporan perjalanan suatu pengembaraan, yang dibuat pada waktu mulai berangkat hingga ke tempat tujuan. Dalam membuat peta pita tidak diperlukan uraian yang panjang, tetapi yang dibutuhkan adalah bukti bahwa kita telah menggunakan panca indra kita dengan sebaik-baiknya mencurahkan perhatian kpd hal2 penting dan berguna dalam
0% found this document useful 0 votes262 views1 pageDescriptionKeterampilan PramukaOriginal TitlePETA PITA DAN PETA PERJALANANCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes262 views1 pagePeta Pita Dan Peta PerjalananOriginal TitlePETA PITA DAN PETA PERJALANANJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial!
1 Tidak Memiliki Overlay Informasi Lain. Peta topografi, berbeda dengan peta chloropleth, tidak memiliki overlay informasi lain selain ketinggian. Meskipun begitu, di Indonesia, Badan Informasi Geospasial (BIG) memproduksi peta topografi yang disertai dengan data tata guna lahan, yaitu peta RBI. 2.
PengertianPeta Perjalanan adaah turunan dari Peta Pita. Dari peta pita dibuat peta peta perjalanan, agar dapat diketahui bentuk rute perjalanan yang telah dilakukan, posisi tempat-tempat penting di sepanjang ruter perjalanan, serta memudahkan jika rute perjalanan akan ditempuh lagi untuk berbagai peta perjalanan hampir sama dengan peta pita, yaitu 1. Sebagai pedoman/petunjuk perjalanan Apabila akan menuju ke suatu tempat melintasi daerah yang belum dikenal ada kemungkinan akan tersesat. Peta perjalanan yang jelas dan benar akan memberikan informasi arah dan jalan untuk menuju titik tujuan atau bahkan kembali ke titik pemberangkatan. 2. Sebagai dokumentasi perjalanan Peta perjalanan yang lengkap akan membantu mendokumentasikan berbagai hal di kanan dan kiri rute sekaligus dapat dijadikan sebagai penanda tempat atau benda-benda penting yang bisa dikunjungi kembali3. Sebagai pedoman membuat peta wilayah Dengan berpedoman peta perjalanan dengan mudah dapat membuat peta daerah/wilayah tertentu yang akan dapat membantu masyarakat untuk mengenal lingkungannya, sebagai bahan pembuatan jalur evakuasi jika terjadi gempa, informasi tempat-tempat penting, berbahaya dan daerah aman di sebuah wilayah, Pembuatan a. tetapkan skala peta yang representatif. Jarak pada peta perjalanan harus diskalakan. Misalnya jarak di sebuah peta pita dari satu titik ke titik lain adalah 100 m, jika skala di peta perjalanan ditetapkan 1 maka berarti tiap 100 meter di atas tanah/di peta pita menjadi 10 cm di atas kertas/peta perjalanan. Hal itu karena 10 cm = 100 m. atau 10 cm = cm atau disebut sengan skala 1 b. Tetapkan titik sasaran Titik sasaran check point sangat perlu ditetapkan sebelum melangkah agar apabila route yang harus dilalui banyak halangan sehingga tidak bisa dilakui maka kita dapat mengitar ke kiri/kanan rute. c. Tetapkan sasaran balik back azimuth Sebelum berangkat perlu ditetapkan sasaran balik dengan maksud bila kita kehilangan titik sasaran, dapat kembali ke pangkalan bertolak/titik star. Lihat gambar di bawah ini jika chek point kita adalah A, maka sasaran balik dari B ke point A pada peta perjalanan diatas adalah 100°= 100 + 180 = 280°. Kalau ke point C - B = 195 - l8O = 15°. Ke point D - C ke point D = 300 - 180 = 120°. Contoh membuat peta Pita Perjalanan dari Peta PitaHasil pembuatan Peta Pita adalah Mengubah Peta Pita di atas Menjadi Peta Perjalanan 1. Mulailah pembuatan peta perjalanan di bagian tengah kertas. Sebab biasanya route perjalanan kembali/berakhir di pangkalan bertolak. 2. Pergunakanlah alat tulis selengkapnya, antara lain pensil, rol, karet penghapus,jangka, busur, meja sandang, kompas, kertas gambar, jam tangan dan lain-lain. Peta Pita selalu menggambarkan bahwa bagian atas adalah menunjukan arah utara. Menetapkan Skala Dari Peta Pita di atas, ditetapkan bahwa jarak pada skala adalah tiap meter diatas tanah menjadi 5 cm di atas kertas. Jadi 5 Cm = m atau 5 Cm = cm, dengan demikian jarak skala adalah 5 = atau 1 Mengacu pada skala 1 yang telah ditetapkan, makan jarak-jarak diatas kertas berdasar peta pita di atas aadalah dari Point A dari no 1 ke no 2 = 3 cm; Point B dari no 2 ke no 3 = 5 cm; Point C dari no 3 ke no 4 = 5 cm; 6,25 cm dan Point D dari no 5 ke no 6 = 3,75 cm. Menetapkan sasaran balikAdapun sasaran-sasaran baliknya sebagai berikut Dari Point A 32O° = 320 – 180 = 140°, Point B 50° = 50 + 180 = 230°, Point C I50° = 150 + 180 = 330°, Point D 225° = 225 – 180 = 45° dan Point E 5° = 5 + 180 = 185°Hasil Gambar Peta PerjalananBerdasarkan jarak, skala dan sasaran balik yang telah ditetapkan, maka Pita Pita di atas jika dijadikan Peta Perjalanan akan berbentuk sbb Selamat Berlatih Salam PramukaSumber Buku, Pedoman Kepramukaan, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, tahun 1997

7 setelah sampai, peta pita di potong-potong ( pada bagian kolom) sehingga kita mendapat peta perjalanan 8. buatlah peta dengan jarak sebenarnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita : 1.Penentuan Skala.

Description PETA PITA & PETA Read the Text Version No Text Content! Pages 1 - 13 PETA PITA & PETA PERJALANANPETA PITA •Peta pita adalah gambaran keadaan daerah/wilayah yang dilewati dalam suatu perjalanan/penjelajahan yang digambar pada gulungan kertas berbentuk pita. •Disebut peta pita karena kertas yang akan digambar/digarap, digulung seperti pita mesin tik lihat gambar dibawah. Peta pita & Peta perjalanan merupakan materi latihan kepramukaan yang sangat penting untuk mengembangkan rasa cinta alam & penguasaan lingkungan, penerapan pengetahuan tentang peta skala, jarak, tanda-tanda alam, arah & sudut kompas, dsb, serta ketrampilan bekerja secara kelompok dengan teliti, kompak dan 1. Sebagai pedoman/petunjuk perjalanan Apabila akan menuju ke suatu tempat melintasi daerah yang belum dikenal ada kemungkinan akan tersesat. Kalau hal ini terjadi maka dengan bantuan peta pita yang dibuat dengan mudah kembali menuju posisi semula. Dalam hal ini peta pita digunakan terbalik berlawanan arah dengan proses pembuatannya. 2. Sebagai dokumentasi perjalanan Apabila suatu saat akan mengulangi kembali perjalanan melalui daerah yang sama dengan bantuan peta pita hal ini dengan mudah dilakukan. 3. Sebagai pedoman membuat peta wilayah Dengan berpedoman peta pita dengan mudah dapat membuat peta daerah/wilayah tertentu. Tinggal penyesuaian dengan skala •Perlengkapan Kertas berupa gulungan. •Pensil, penggaris panjang/segitiga, karet penghapus, busur derajat. •Kompas dan jam tangan •Tali sebagai pengukur jarak, biasanya untuk jarak dekat. Untuk jarak jauh biasanya menggunakan langkah. •Alas dari triplek/alat khusus pembuatan peta pitaC0NTOH PERLENGKAPANBENTUK PETA PITA Sebelum dimulai pembuatan peta pita, terlebih dahulu disiapkan kolom-kolom pada kertas untuk pembuatan peta pita. Kolom-kolom tersebut bentuknya bermacam-macam tergantung selera si pembuat peta pita. Yang terpenting harus ada kolom untuk nomor, arah, jarak, dan PETA PITAKETERANGAN KOLOM Keterangan Gambar •Kolom nomor untuk menuliskan nomor urut yang membedakan daerah yang dilalui sesuai dengan arah jalannya. Dengan kata lain nomor urut dibuat setiap berganti arah. •Kolom waktu untuk mencatat waktu pemberangkatan dan waktu setiap kali berganti arah. •Kolom arah untuk menuliskan angka derajat dan untuk membuat simbol panah arah panah selalu menunjuk arah utara. •Kolom jarak untuk mencatat jarak yang dilalui, dinyatakan dalam meter atau kilometer. Pengukuran jarak dengan menggunakan tali atau langkah. •Kolom kiri kanan peta-pita untuk menggambar keadaan daerah di sebelah kiri dan kanan jalan yang dilalui dengan tanda peta yang berlaku pada peta topografi. •Kolom keterangan untuk menerangkan keadaan daerah yang tergambar pada kolom gambar/peta MENGUKUR JARAK Di dalam pembuatan peta pita pengukuran jarak merupakan hal yangmutlak harus dilakukan. Pengukuran jarak biasanya menggunakan langkahatau bisa juga menggunakan tali, namun ini jarang digunakan karena inikurang praktis. Apabila menggunakan langkah sebagai alat ukur, tentu sajaharus mengetahui dulu ukuran setiap langkah satu langkah =.... Cm. •Caranya adalah sebagai berikut Melangkahlah langkah normal lurus ke depan 10 langkah. •Dengan menggunakan meteran, ukur jarak dari awal langkah pertama sampai langkah ke-10 misalnya x cm. Jadi ukuran 1 langkah = x 10 = .... cmCONTOH MENGUKUR LANGKAHCONTOH HASIL PETA PITAPETA PERJALANANTUGAS Buatlah peta pita dengan rute di seputar rumahmu! Gunakan contoh form yang sudah tersedia!
5 Meja kerja. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita : 1. Penentuan Skala. Hal ini erat kaitannya dengan jarak yang akan ditempuh selama melakukan perjalanan dengan kertas yang ada. 2. Pembuatan Keterangan.
Pengertian Peta pita Peta pita adalah gambaran keadaan daerah/wilayah yang dilewati dalam suatu perjalanan/penjelajahan yang digambar pada gulungan kertas berbentuk pita. Peta pita & Peta perjalanan merupakan materi latihan kepramukaan yang sangat penting untuk mengembangkan rasa cinta alam & penguasaan lingkungan, penerapan pengetahuan tentang peta skala, jarak, tanda-tanda alam, arah & sudut kompas, dsb, serta ketrampilan bekerja secara kelompok dengan teliti, kompak dan kebersamaan Disebut peta pita karena kertas yang akan digambar/digarap, digulung seperti pita mesin tik lihat gambar dibawah. Kegunaan Peta Pita Kegunaan peta pita sangat erat hubungannya dengan tujuan dibuatnya peta pita itu sendiri. Tujuan pembuatan peta pita antara lain Sebagai pedoman/petunjuk perjalanan, Apabila akan menuju ke suatu tempat melintasi daerah yang belum dikenal ada kemungkinan akan tersesat. Kalau hal ini terjadi maka dengan bantuan peta pita yang dibuat dengan mudah kembali menuju posisi semula. Dalam hal ini peta pita digunakan terbalik berlawanan arah dengan proses pembuatannya. Sebagai dokumentasi perjalanan, Apabila suatu saat akan mengulangi kembali perjalanan melalui daerah yang sama dengan bantuan peta pita hal ini dengan mudah dilakukan. Sebagai pedoman membuat peta wilayah, Dengan berpedoman peta pita dengan mudah dapat membuat peta daerah/wilayah tertentu. Tinggal penyesuaian dengan skala yangndiperlukan. Perlengkapan Membuat Peta Pita Kertas berupa gulungan. Pensil, penggaris panjang/segitiga, karet penghapus, busur derajat. Kompas dan jam tangan Tali sebagai pengukur jarak, biasanya untuk jarak dekat. Untuk jarak jauh biasanya menggunakan langkah. Alas dari triplek/alat khusus pembuatan peta pita
Petakayu - peta perjalanan dinding 3D Warna biru AQUA 150x90 cm. Peta dinding dibuat dari pelbagai lapisan kayu, yang dilukis dengan tangan, Perlindungan pembeli. Pertukaran barang secara percuma dalam masa 30 hari; Waranti untuk produk - 24 bulan; Jaminan wang dikembalikan dalam masa 14 hari;
PETA PERJALANAN/PETA PITA PENDAHULUAN Peta pita adalah gambaran keadaan daerah/wilayah yang dilewati dalam suatu perjalanan yang digambar pada gulungan kertas berbentuk pita. 1. Kegunaan Kegunaan peta pita sangat erat hubungannya dengan tujuan dibuatnya peta pita itu sendiri. Tujuan pembuatan Peta Pita antara lain Sebagai pedoman/petunjuk perjalanan Apabila akan menuju ke suatu tempat melintasi daerah yang belum dikenal ada kemungkinan akan tersesat. Kalau hal ini terjadi maka dengan bantuan peta pita yang dibuat dengan mudah kembali menuju posisi semula. Dalam hal ini Peta Pita digunakan terbalik berlawanan arah dengan proses pembuatannya. Sebagai dokumentasi perjalanan Apabila suatu saat akan mengulangi kembali perjalanan melalui daerah yang sama dengan bantuan peta pita hal ini dengan mudah dilakukan. Sebagai pedoman membuat Peta Wilayah Dengan berpedoman Peta Pita dengan mudah dapat membuat Peta Daerah/Wilayah tertentu. Tinggal penyesuaian dengan skala yang diperlukan. 2. Perlengkapan Kertas berupa gulungan Pensil, penggaris panjang/segitiga, karet penghapus, busur derajat. Kompas dan jam tangan Tali sebagai pengukur jarak, biasanya untuk jarak dekat. Untuk jarak jauh biasanya menggunakan langkah. Alas dari triplek/alat khusus pembuatan Peta Pita. Sebagai contoh, alas untuk membuat peta pita sebagai berikut 3. Bentuk Peta Pita Sebelum dimulai pembuatan Peta Pita, terlebih dahulu disiapkan kolom-kolom pada kertas untuk pembuatan Peta Pita. Kolom-kolom tersebut bentuknya bermacam-macam tergantung selera si pembuat peta pita. Yang terpenting harus ada kolom untuk nomor, arah, jarak, dan gambar. Salah satu contoh bentuk Peta Pita sebagai berikut Keterangan Kolom nomor untuk menuliskan nomor urut yang membedakan daerah yang dilalui sesuai dengan arah jalannya. Dengan kata lain nomor urut dibuat setiap berganti arah. Kolom waktu untuk mencatat waktu pemberangkatan dan waktu setiap kali berganti arah. Kolom arah untuk menuliskan angka derajat dan untuk membuat simbol panah arah panah selalu menunjuk arah utara. Kolom jarak untuk mencatat jarak yang dilalui, dinyatakan dalam meter atau kilometer. Pengukuran jarak dengan menggunakan tali atau langkah. Kolom gambar/Peta Pita untuk menggambar keadaan daerah di sebelah kiri dan kanan jalan yang dilalui dengan tanda peta yang berlaku pada peta topografi. Kolom keterangan untuk menerangkan keadaan daerah yang tergambar pada kolom gambar/Peta P Hal-hal yang perlu diperhatikan Dalam pembuatan Peta Pita pada setiap perubahan arah belok selalu dibuat melintang yang memotong kolom-kolom yang ada kemudian dilanjutkan dengan nomor berikutnya. Satu baris penggambaran yang meliputi nomor, jam, jarak, arah, gambar peta dan keterangan ditentukan oleh belokan pada titik selanjutnya. Menggambar Peta Pita dimulai dari bawah ke atas, bagian yang sudah digambar digulung ke arah belakang. Perbandingan pada setiap bagian Peta Pita perubahan setiap belokan tidak harus menggunakan skala tertentu. Tanda-tanda yang digambarkan pada kolom gambar hanyalah tanda-tanda yang penting saja, mudah dikenal, tidak perlu semua keadaan medan digambarkan pada kolom tersebut. Apabila ada tanda-tanda di medan ternyata tidak terdapat pada tanda-tanda peta seperti di peta topografi, maka diusahakan menggambar bentuk mirip seperti aslinya. Contoh sederhana dapat digambarkan sebagai berikut Dengan demikian, salah satu contoh bentuk Peta Pita secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut II. PENGUKURAN JEJAK Di dalam pembuatan peta pita pengukuran jarak merupakan hal yang mutlak harus dilakukan. Pengukuran jarak biasanya menggunakan langkah atau bisa juga menggunakan tali, namun ini jarang digunakan karena ini kurang praktis. Apabila menggunakan langkah sebagai alat ukur, tentu saja harus mengetahui dulu ukuran setiap langkah satu langkah =.... Cm. Caranya adalah sebagai berikut Melangkahlah langkah normal lurus ke depan 10 langkah. Dengan menggunakan meteran, ukur jarak dari awal langkah pertama sampai langkah ke-10 misalnya X cm. Jadi ukuran 1 langkah = X 10 = .... cm. III. PETA WILAYAH Peta Wilayah merupakan peta yang menggambarkan kondisi wilayah. Peta ini merupakan tindak lanjut dari penggambaran peta pita, karena itu data yang ada di peta pita dapat dijadikan dasar penggambaran peta wilayah. Mengubah Peta Pita menjadi Peta Daerah/Peta Wilayah Caranya adalah sebagai berikut Ubahlah semua ukuran jarak ke ukuran skala sesuai kebutuhan. Mulailah menggambar dari awal pemberangkatan sesuai tata letak gambar. Tarik garis tegak lurus arah utara melalui pemberangkatan. Melalui titik pemberangkatan tarik garis yang membuat sudut terhadap garis tegak lurus yang besarnya sesuai dengan yang ada pada peta pita. Lakukan serupa sampai keseluruhan rute perjalanan tergambar. Lengkapi peta tersebut dengan tanda-tanda peta sesuai dengan tanda-tanda yang digunakan pada peta topografi. Untuk benda-benda medan yang mempunyai denah seperti jembatan harus digambarkan dengan arah yang tepat. Sedangkan untuk benda-benda yang tidak berdenah seperti pohon, digambarkan dengan arah letak ke utara. IV. PENGGAMBARAN PETA WILAYAH Oleh Kak Noerhidayah Suprihatini, Pembina Gudep SMAN 1 Kedungwuni Sepertipengertiannya, tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan keadaan daerah yang dilalui dalam perjalanan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini adalah : 1. Kompas. 2. Kertas / gulungan kertas. 3. Penggaris panjang. 4. Skip to content Peta pita merupakan laporan perjalanan suatu pengembaraan, yang dibuat pada waktu mulai berangkat hingga ke tempat tujuan. Dalam membuat peta pita tidak diperlukan uraian yang panjang, tetapi yang diperlukan adalah bukti bahwa kita telah menggunakan panca indera mata kita dengan sebaik-baiknya serta mencurahkan perhatian kepada hal-hal penting dan berguna dalam perjalanan pengembaraan tersebut. Alat-alat untuk membuat peta pita Kompas Meja jalan Alat tulis Penggaris Pencatat waktu/ jam tangan Kertas untuk membuat peta pita Langkah-langkah membuat peta pita Hal pertama yang harus dibuat Anak panah yang menunjukkan arah mata angin utara. Jalan yang akan dilalui memanjang dari bawah keatas. Berdirilah di permulaan jalan yang akan di lalui, dengan meja jalan menghadap ke arah jalan di hadapan kita. Mulailah berjalan, dengan memperhatikan bentuk-bentuk bangunan dan benda-benda yang penting berupa tanda peta. Jika perlu berhenti sejenak untuk menggambar tanda peta atau mencari sasaran bidik arah yang di lalui. Bila sampai pada belokan, buatlah garis pembatas pada kertas peta pita sebagai tanda bahwa perjalanan kita telah berganti arah. Cantumkan jarak yang telah di tempuh pada kolom jarak, mulai permulaan berangkat sampai belokan pertama. Teruskan perjalanan mulai belokan pertama sampai belokan selanjutnya dengan cara yang sama seperti di atas. Setelah sampai ditempat tujuan, peta pita dapat di potong-potong pada bagian kolom peta pita, hingga kita akan mendapatkan peta perjalanan yang telah kita tempuh tetapi belum di sesuaikan dengan jarak yang sebenarnya. Dengan telah di buatnya peta perjalanan, maka akhir pembuatan peta pita adalah membuat perbandingan antara peta pita dengan jarak sebenarnya, maka selesailah pembuatan peta pita. Gambar peta pita adalah berupa tanda peta. Laporan perjalanan tersebut harus bisa digunakan orang lain, maka pembutan peta pita harus jelas dan benar. Tiap belokan harus di buat tanda pemisah garis datar. “Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.” Post navigation L7FZva5.
  • xhb91n2mup.pages.dev/147
  • xhb91n2mup.pages.dev/150
  • xhb91n2mup.pages.dev/413
  • xhb91n2mup.pages.dev/125
  • xhb91n2mup.pages.dev/417
  • xhb91n2mup.pages.dev/298
  • xhb91n2mup.pages.dev/300
  • xhb91n2mup.pages.dev/428
  • peta pita dan peta perjalanan